Portal Pendidikan Rumah Belajar

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Kuliah Umum Level 4 Bersama Mas Menteri

Bapak Ibu guru sekalian merupakan cikal dari guru-guru penggerak, guru-guru dengan inisiatif dan semangat tinggi untuk terus berpacu dengan tuntutan zaman.

Kamis, 01 September 2022

Kepemimpinan Murid (Student Agency)

 Apakah kepemimpinan murid  ?

Murid harus menjadi dasar bagi semua pengambilan keputusan yang kita buat di sekolah. Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid,  kita harus secara sadar dan terencana membangun ekosistem yang mendukung pembelajaran murid sehingga mampu memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, saat kita merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler, maka murid juga seharusnya menjadi pertimbangan utama. Pertanyaannya kemudian adalah sejauh mana kita dapat menempatkan murid dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan program/kegiatan pembelajaran tersebut?

 “Sesungguhnya alam-keluarga itu bukannya pusat pendidikan individual saja, akan tetapi juga suatu pusat untuk melakukan pendidikan sosial. Orangtua harus melakukan pendidikan bersama dengan pusat-pusat pendidikan, dan terhubung dengan kaum guru dan pengajar [Ki Hadjar Dewantara dalam Wasita, Tahun ke-1 No.3, Mei 1993]”

Kita semua tentu sepakat bahwa murid-murid kita dapat melakukan lebih dari sekedar menerima instruksi dari guru. Mereka secara natural adalah seorang pengamat, penjelajah, penanya, yang memiliki rasa ingin tahu atau minat terhadap berbagai hal. Lewat rasa ingin tahu serta interaksi dan pengalaman mereka dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, mereka kemudian membangun sendiri pemahaman tentang diri mereka, orang lain, lingkungan sekitar, maupun dunia yang lebih luas. Dengan kata lain, murid-murid kita sebenarnya memiliki kemampuan atau kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri. Namun, terkadang guru atau orang dewasa memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak mampu membuat keputusan, pilihan atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka. Kadang-kadang kita bahkan tanpa sadar membiarkan murid-murid kita secara sengaja menjadi tidak berdaya (learned helplessness), dengan secara sepihak memutuskan semua yang harus murid pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya, tanpa melibatkan peran serta mereka dalam proses pengambilan keputusan tersebut. 

Agar kita dapat menjadikan murid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka kita perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga  potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.  Peran kita adalah:

  1. Mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat, konteks dan kebutuhannya.
  2. Mengurangi kontrol kita terhadap mereka

Saat murid memiliki kontrol atas apa yang terjadi, atau merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi sebuah situasi inilah, maka murid akan memiliki apa yang disebut dengan “agency”.  Agency berasal dari bahasa inggris yang diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk mempengaruhi fungsi dirinya dan arah jalannya peristiwa melalui  tindakan yang dibuatnya. Murid mendemonstrasikan “student agency”  ketika mereka mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan-pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya.

Mengingat bahwa kata agency ini belum ada padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia, maka untuk kepentingan pembahasan di dalam modul ini, maka istilah student agency ini selanjutnya akan diterjemahkan sebagai “kepemimpinan murid”.

Jika kita mengacu pada OECD (2021), ‘kepemimpinan murid’ berkaitan dengan pengembangan identitas dan rasa memiliki. Ketika murid mengembangkan agency, mereka mengandalkan motivasi, harapan, efikasi diri, dan growth mindset (pemahaman bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan) untuk menavigasi diri mereka menuju kesejahteraan lahir batin (wellbeing). Hal inilah yang kemudian memungkinkan mereka untuk bertindak dengan memiliki tujuan, yang membimbing mereka untuk berkembang di masyarakat.

Konsep kepemimpinan murid  sebenarnya berakar pada prinsip bahwa murid memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kepemimpinan murid dapat dilihat sebagai kapasitas untuk menetapkan tujuan, melakukan refleksi dan bertindak secara bertanggung jawab untuk menghasilkan perubahan. Kepemimpinan murid adalah tentang murid yang bertindak  secara aktif; dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, daripada hanya sekedar menerima apa yang ditentukan oleh orang lain. Ketika murid menjadi agen dalam pembelajaran mereka sendiri, yaitu ketika mereka berperan aktif dalam memutuskan apa dan bagaimana mereka akan belajar, maka mereka cenderung menunjukkan motivasi yang lebih besar untuk belajar dan lebih mampu menentukan tujuan belajar mereka sendiri. Lewat proses yang seperti ini, murid-murid akan secara natural mempelajari keterampilan belajar (belajar bagaimana belajar). Keterampilan belajar ini adalah sebuah keterampilan yang sangat penting, yang dapat dan akan mereka gunakan sepanjang hidup mereka.

Saat murid menjadi pemimpin dan mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri, maka hubungan yang tercipta antara guru dengan murid akan mengalami perubahan, karena hubungannya akan menjadi bersifat kemitraan. Dalam hubungan yang bersifat kemitraan ini, saat murid belajar mereka akan:

  • berusaha untuk memahami tujuan pembelajaran yang ingin dicapainya
  • menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran
  • menunjukkan tanggung jawab dalam proses pembelajaran mereka sendiri.
  • menunjukkan rasa ingin tahu
  • menunjukkan inisiatif
  • membuat pilihan-pilihan tindakan
  • memberikan umpan balik kepada satu sama lain.

 Di sisi lain, guru yang akan mengambil peranan sebagai mitra murid dalam belajar akan:

  • berusaha secara aktif mendengarkan, menghormati dan menanggapi ide-ide, pendapat, pertanyaan, aspirasi dan perspektif  murid-murid mereka.
  • memperhatikan kemampuan, kebutuhan, dan minat murid-murid mereka untuk memastikan  proses pembelajaran sesuai untuk mereka.
  • mendorong murid untuk mengeksplorasi minat mereka dengan memberi mereka tugas-tugas terbuka.
  • menawarkan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan kreativitas dan mengambil risiko.
  • mempertimbangkan sejauh mana tingkat bantuan yang harus diberikan kepada murid berdasarkan informasi yang mereka miliki
  • menunjukkan minat dan keingintahuan untuk mendengarkan dan menanggapi setiap aktivitas murid untuk memperluas pemikiran mereka.

 Untuk lebih memahami konsep kepemimpinan murid, Bapak/Ibu dapat membaca tabel berikut ini.

Suara Murid, Pilihan Murid, dan Kepemilikan Murid

Tugas kita sebagai guru sebenarnya hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya di mana murid memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka tetapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka

Lewat suara, pilihan, dan kepemilikan inilah murid kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. 

Lalu, Apa sebenarnya yang dimaksud dengan suara, pilihan, dan kepemilikan murid?  

Mari kita bahas satu persatu ketiga aspek tersebut:

1.     Suara Murid (voice) 

Ketika kita berbicara tentang “suara” murid, maka kita sebenarnya bukan hanya berbicara tentang memberi murid kesempatan untuk mengomunikasikan ide dan pendapat. Lebih luas dari ini, mempertimbangkan suara murid adalah tentang bagaimana kita memberdayakan murid kita agar memiliki kekuatan untuk memengaruhi perubahan. Suara murid yang otentik memberikan kesempatan bagi murid untuk berkolaborasi dan membuat keputusan dengan orang dewasa seputar apa dan bagaimana mereka belajar dan bagaimana pembelajaran mereka dinilai.

Mempromosikan suara murid dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dalam banyak cara.  Suara murid dapat ditumbuhkan melalui diskusi, membuka ruang ekspresi kreatif, memberi pendapat, merelevansikan pembelajaran secara pribadi, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa contoh  mempromosikan “suara  murid”:

  1. Membangun budaya saling mendengarkan.
  2. Membangun kepercayaan diri murid bahwa setiap suara berharga dan layak didengar.
  3. Memberikan kesempatan murid untuk bertanya, memberikan pendapat, berdiskusi.
  4. Mendiskusikan keyakinan kelas dan membuat kesepakatan kelas.
  5. Melibatkan murid dalam memberikan umpan balik terhadap proses belajar yang telah dilakukan.
  6. Melibatkan murid dalam menyusun kriteria penilaian.
  7. Melibatkan murid dalam perencanaan pembelajaran.
  8. Membentuk dewan murid atau komite-komite yang anggotanya adalah murid untuk memberikan masukan kepada sekolah tentang berbagai hal.
  9. Membuat daftar rutinitas bersama murid. Mintalah masukan murid untuk mengembangkan rutinitas seputar apa yang harus dilakukan saat tiba di kelas, saat berganti/transisi antar pelajaran, sinyal-sinyal komunikasi yang disepakati, rapat kelas, dsb.
  10. Melakukan survei untuk mengetahui alat permainan apa yang mereka inginkan ada di halaman sekolah.
  11. Memberikan kesempatan murid menentukan menu kantin.
  12. Membuat kotak saran untuk memberikan murid memberikan saran dan masukan tentang sekolah.
  13. Melakukan kegiatan pembelajaran berbasis proyek. Mengidentifikasi masalah dunia nyata yang menarik bagi murid dan kemudian memberi kesempatan mereka untuk  bekerja sama dan bertukar pikiran tentang strategi dan solusi untuk permasalahan tersebut.
  14. Membuat blog murid dan majalah dinding untuk menyuarakan aspirasi dan kreativitas murid.

2. Pilihan Murid (Choice) 

Penelitian yang dilakukan oleh Aiken, Heinze, Meuter, & Chapman, (2016)  dan Thibodeaux et al. (2017) menyimpulkan bahwa jika kita menginginkan murid-murid kita mengambil peran tanggung jawab untuk pembelajaran mereka, maka kita harus memberikan murid  kesempatan untuk memilih apa dan bagaimana mereka akan belajar.  Memberikan pilihan pada murid dapat memberdayakan murid, mendorong keterlibatan dalam pembelajaran, dan mengenalkan pada minat pribadi dalam pengalaman belajar (Aiken et al, 2016).   Selain itu, memberikan murid pilihan juga meningkatkan motivasi dan otonomi murid, yang dapat memberikan dampak positif pada efikasi diri dan motivasi murid (Bandura, 1997). 

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana guru dapat memberikan murid-murid ‘pilihan’ dalam proses belajar mereka?  Ada banyak cara yang dapat dilakukan.  Berikut ini adalah beberapa contoh  bagaimana guru dapat mendorong dan menyediakan “pilihan” bagi murid-muridnya.

  1. Membuka cakrawala murid bahwa ada berbagai pilihan atau alternatif yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan sebuah keputusan.
  2. Memberikan kesempatan bagi murid untuk memilih bagaimana mereka mendemonstrasikan pemahamannya tentang apa yang telah mereka pelajari.
  3. Memberikan kesempatan pada murid untuk memilih peran yang dapat mereka ambil dalam sebuah kegiatan/program.
  4. Memberikan murid  kesempatan untuk memilih kelompok.
  5. Memberikan kesempatan murid untuk mengelola  pengaturan kegiatan.
  6. Menggunakan musyawarah untuk mengambil keputusan, atau jika memang diperlukan melalui voting,  untuk memprioritaskan langkah tindakan atau aktivitas berikutnya. Misalnya saat ingin belajar tentang topik tertentu, guru dapat mendiskusikan dan membuat daftar kegiatan apa saja yang dapat mereka lakukan, kemudian meminta murid untuk memilih mana yang ingin mereka lakukan lebih dulu.
  7. Mengajak OSIS membuat daftar kegiatan (event), dan memberikan kesempatan untuk memilih mana kegiatan yang ingin mereka lakukan di tahun ajaran ini.
  8. Memberi kesempatan pada murid untuk menentukan sendiri bentuk penugasan yang mereka inginkan.
  9. memberikan kesempatan pada murid untuk mempresentasikan hasil kerja/proyek sesuai dengan gaya , minat dan bakat mereka
  10. memberikan kesempatan pada murid untuk menggali sumber-sumber belajar sesuai minat mereka.
  11. memberikan kesempatan pada murid untuk mengevaluasi pembelajarannya.
  12. memberikan kesempatan pada murid untuk menentukan rencana, jadwal atau agenda dalam melaksanakan pembelajarannya.

Dapatkah Bapak/Ibu memberikan contoh lainnya?

 3. Kepemilikan Murid (ownership)

Dalam pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa saat murid  berada dalam kursi kemudi proses belajar mereka, maka mereka akan lebih bertanggungjawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri dan menunjukkan keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses belajarnya.

Voltz DL, Damiano-Lantz M. dalam artikel penelitiannya yang berjudul Developing Ownership in Learning. Teaching Exceptional Children (1993;25(4):18-22) menjelaskan bahwa kepemilikan dalam belajar (ownership in learning) sebenarnya mengacu pada rasa keterhubungan, keterlibatan aktif, dan minat pribadi seseorang dalam proses belajar.  Jadi dengan kata lain, saat murid terhubung (baik secara fisik, kognitif, sosial emosional) dengan apa yang sedang dipelajari, terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses belajarnya, maka kita dapat mengatakan bahwa tingkat rasa kepemilikan mereka terhadap proses belajar tinggi.

Berikut ini adalah beberapa contoh  mempromosikan “kepemilikan  murid”:

  • Mengajak murid mengatur layout kelas mereka sendiri.
  • Meminta pendapat murid untuk menentukan bentuk penugasan.
  • Merespon umpan balik yang diberikan murid.
  • menciptakan lingkungan belajar di mana murid dapat menetapkan tujuan belajar dan kriteria keberhasilan mereka sendiri, dan memantau dan menyesuaikan pembelajaran mereka..
  • Memulai pembelajaran dengan menanyakan kepada murid apa yang mereka ketahui tentang topik tersebut dan mendiskusikan tentang pengalaman murid tentang topik ini serta apa yang mereka minati tentang pembelajaran.
  • Memosting ide siswa (dengan seizin murid sebagai bagian dari menghargai dan menghormati kepemilikan murid )
  • Mengkondisikan lingkungan fisik yang mendukung kepemilikan. Misalnya membuat papan buletin, yang dapat digunakan murid untuk menampilkan informasi tentang pekerjaan mereka, kesuksesan mereka, dsb.
  • Mengajak murid untuk mengatur kelas mereka sendiri.
  • Memajang pekerjaan-pekerjaan murid di kelas.
  • Melakukan self assessment
  • Membuat sudut murid di salah satu bagian sekolah, kemudian memberikan jadwal untuk setiap kelas untuk melakukan sesuatu di sudut tersebut.
  • Memberi kesempatan murid membawa sumber-sumber pembelajaran yang mungkin mereka miliki dan meminta mereka berbagi.

Untuk menumbuhkan kepemimpinan murid dalam proses belajar, ketiga aspek tersebut perlu dipertimbangkan dengan baik oleh guru.  Pilihan murid menjadi penting agar murid dapat mengambil kepemilikan atas pembelajaran mereka. Melalui pilihan dan kepemilikan, suara mereka dapat diwujudkan.  Perlu diperhatikan bahwa ketiga aspek ini tidak dapat berada di lingkungan yang tidak terstruktur  Ketiga aspek ini harus disematkan dengan hati-hati dalam lingkungan belajar yang menumbuhkembangkan elemen-elemen tersebut secara otentik. Lingkungan belajar yang seperti ini akan mensyaratkan seluruh anggota komunitas untuk ikut terlibat dalam prosesnya.

Kamis, 04 Agustus 2022

DOWNLOAD RESUME DIKLAT PENGEMBANGAN TP, ATP, DAN MA

Hai sahabatsains 

Salam bahagia

Kali ini Mbok Nyoman akan berbagi resume kegiatan diklat yang telah dilaksanakan oleh MGMP IPA Kabupaten Karangasem. 



LATAR BELAKANG KEGIATAN
Kurikulum merdeka merupakan satu dari sekian banyak episode perubahan kebijakan yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristekdikti. Kurikulum ini merupakan jawaban dari tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan peserta didik yang kompeten secara akademik dan non akademik serta berkarakter/berkepribadian sesuai profil pelajar Pancasila. Kurikulum ini yang sebelumnya disebut sebagai kurikulum prototype memang sedikit berbeda dengan kurikulum 2013 diantaranya dari struktur kurikulum, capaian pembelajaran, asessmen dan lainnya. Capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka bukan lagi per tingkat kelas namun dilaksanakan per fase.Sebagai seorang pendidik, guru harus tanggap pada perubahan kebijakan yg yang terjadi dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Pada bagian intrakurikuluer, perubahan dasar yang harus diketahui guru dalam kurikulum merdeka antara lain perubahan dari KI-KD menjadi capaian pembelajaran (CP), silabus menjadi alur tujuan pembelajaran (ATP) serta RPP yang berubah menjadi Modul Ajar.  Asessmen pada kurikulum merdeka juga mengalami perubahan. Pada kurikulum merdeka asessmen dilaksanakan sebelum dan pada saat pembelajaran dalam bentuk asessmen formatif, serta di akhir pembelajaran dalam bentuk asessmen sumatif. Selain asessmen, Modul Ajar yang menjadi pedoman bagi guru pada saat pembelajaran di kelas juga harus mencantukan pertanyaan pemantik dan pemahaman bermakna pada setiap pertemuan. Selain perubahan pada strukutr intrakurikuler, kurikulum merdeka juga mewajibkan pelaksanaan proyek pengembangan profil pelajar Pancasila. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan peserta didik berkarater sesuai dengan profil pelajar Pancasila antara lain berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, berpikir kritis dan kreatif. Berbagai perubahan tersebut harus dipahami oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran di kelas, agar guru tidak bingung dalam melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum merdeka. Beranjak dari situasi tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Karangasem berinisiatif melaksanakan diklat pengembangan TP, ATP dan modul ajar berdasarkan capaian pembelajaran IPA pada fase D (SMP kelas VII sd IX). Diklat ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman guru IPA di Kabupaten Karangasem tentang kurikulum merdeka. Selain itu, kegiatan diklat ini juga diharapkan dapat menjadi ajang bagi guru IPA untuk mempersiapkan berbagai kelengkapan administrasi sesuai tuntutan kurikulum merdeka.

RESUME KEGIATAN

A.  Nama Kegiatan

Nama kegiatan : Diklat Pengembangan TP, ATP dan Modul Ajar Berdasarkan CapaianPembelajaran IPA pada Fase D


B. Penyelenggara

Penyelenggara kegiatan ini adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA dengan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga  Kabupaten Karangasem.

 

C. Waktu dan Tempat

Kegiatan Diklat ini dilaksanakan pada :

Hari / tanggal        :  Kamis, 14 Juli  s/d 18 Juli 2022

 

D. Pola Kegiatan

Pola kegiatan diklat ini dilaksanakan secara luring dengan 32 Jam Pelajaran

 

E. Tujuan

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan pemahaman guru IPA tentang kurikulum merdeka;
  2. Meningkatkan pemahaman guru IPA tentang capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  3. Meningkatkan kemampuan guru IPA dalam menyusun tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  4. Meningkatkan pemahaman guru IPA tentang proyek pengembangan profil pelajar Pancasila.

 

F.  Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini, peserta diklat memiliki kemampuan antara lain sebagai berikut:

  • Mampu memahami kurikulum merdeka;
  • Mampu memahami capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  • Mampu menyusun tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  • Mampu memahami proyek pengembangan profil pelajar Pancasila.

G. Struktur Program

Kegiatan diklat pengembangan TP, ATP dan modul ajar berdasarkan capaian pembelajaran IPA pada fase D ini dilaksanakan secara luring dengan struktur sebagai berikut:




H.  Peserta

Adapun peserta workshop ini adalah perwakilan guru IPA dari seluruh SMP/MTS/Satap Negeri dan swasta di Kabupaten Karangasem utamanya guru kelas VII.

 

I.    Instruktur

Adapun instruktur / pemateri pada kegiatan diseminasi ini adalah sebagai berikut:


J. Dampak Mengikuti Kegiatan

    Adapun dampak dari mengikuti kegiatan diklat  ini sebagai berikut 

  1. Memahami tentang kurikulum merdeka;
  2. Memahami tentang capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  3. Memahami langkah menyusun tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya;
  4. Memahami tentang proyek pengembangan profil pelajar Pancasila.

K. Tindak Lanjut

      Adapun tindak lanjut dari mengikuti kegiatan ini adalah membuat dokumen capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), alur tujuan pembelajaran (ATP) dan modul ajar (MA) serta asessmennya untuk diterapkan di sekolah 


KLIK DISINI UNTUK MENDAPATKAN FILE DALAM BENTUK PDF

cara download: klik DISINI,  Klik Create Link, dan klik Get Link





DOKUMENTASI KEGIATAN





















HASIL PELATIHAN BERUPA MODUL AJAR DAPAT DIUNDUH DISINI

Minggu, 24 Juli 2022

DOWNLOAD PERATURAN TERKAIT PENDIDIKAN TERBARU

Salam dan Bahagia sahabatsains



Sebagai seorang guru tentunya sahabat wajib mengetahui perubahan  kebijakan terkait pendidikan. Regulasi tentang pendidikan perlu dipahami sebagai pedoman oleh penyelenggara pendidikan, utamanya guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Kali ini admin sahabatsains.com  membagikan peraturan terkait pendidikan. 

Caranya mendownload klik DISINI kemudian Klik Safelink, Createlink dan GetLink menuju tautan.

  1. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [DISINI]
  2. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [DISINI]
  3. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [DISINI]
  4. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah [DISINI]
  5. Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini, Bantuan Operasional Sekolah, dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan [DISINI]
  6. Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2022 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022 [DISINI]
  7. Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran [DISINI]
  8. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/H/KR/2022 Tentang Revisi Capaian Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka [DISINI] revisi Juni
  9. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2022 Tentang Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila  pada Kurikulum Merdeka [DISINI]


PANDUAN TENTANG KURIKULUM MERDEKA 

  1. Panduan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila [DISINI]
  2. Panduan Pembelajaran dan Asesmen [DISINI] rev Juni 
  3. Konsep dan Komponen Modul Ajar [DISINI]
  4. Konsep Alur Tujuan Pembelajaran [DISINI]
  5. Prinsip Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan [DISINI]
  6. Prinsip dan Prosedur Penyusunan Modul Ajar [DISINI]
  7. Konsep Tujuan Pembelajaran [DISINI]
  8. Asesmen Diagnostik [DISINI]
  9. Kerangka Kurikulum, Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen  [DISINI]
  10. Asesmen Formatif dan Sumatif [DISINI]
  11. Komponen Kurikulum Operasional [DISINI]
  12. BUKU Panduan Pembelajaran dan Asesmen  [DISINI]

Sabtu, 23 April 2022

Bingkai Kompetisi Sains Terpadu VIII se-Bali MGMP IPA Karangasem

"Veritas Vos Liberabit"

 Kebenaran akan membebaskanmu





Kompetisi Sains Terpadu (KST)  Tingkat SMP se-Bali merupakan perhelatan yang diselenggarakan oleh MGMP IPA SMP Kabupaten Karangasem. Perhelatan ini merupakan program yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya dan menjadi icon pembiasaan literasi sains di Karangasem. 

Mengusung tema "Kompetisi Sains Terpadu VIII Gerakkan Budaya Literasi Sains dalam Bingkai Merdeka Belajar", MGMP IPA SMP Karangasem berkomitmen menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan inovatif  sebagai bekal kehidupan. Melalui KST VIII, MGMP IPA Karangasem dengan dukungan Bupati Karangasem, Kadisdikpora Karangasem, MKKS SMP Karangasem, dan Kordinator Pengawas Sekolah memberikan apresiasi kepada peserta didik yang berprestasi dalam bidang Sains.

KST VIII diikuti oleh 242 peserta dari 51 sekolah di Bali. KST VIII dilaksanakan dalam dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. Babak penyisihan di Aula Sabha Widya Praja Disdikpora Karangasem tanggal 20 April 2022 diawali dengan pembukaan kegiatan oleh Bapak Bupati Karangasem, I Gede Dana dihadiri oleh Bapak Kadisdikpora Karangasem, ketua MKKS SMP Karangasem, dan Kordinator Pengawas di Karangasem. 

Pembukaan kegiatan  oleh Bupati Karangasem


Penyisihan dilakukan di sekolah masing-masing secara online dengan dipantau menggunakan aplikasi Google Meet. Hasil babak penyisihan mencetak 20 peserta terbaik yang melenggang ke babak final secara luring bertempat di Aula Sabha Widya Praja Disdikpora Karangasem. 

Dokumentasi Peserta KST VIII 


DOWNLOAD DISINI NAMA PESERTA KST VIII

HASIL BABAK PENYISIHAN


DOWNLOAD DISINI HASIL BABAK PENYISIHAN 

Hasil babak final  sebagai berikut 
Juara 1 diraih oleh I Putu Rajendra Pradana Putra dari SMPN 4 Singaraja
Juara 2 diraih oleh I Gede Wahyu Dipta Pariandika dari SMPN 2 Amlapura
Juara 3 diraih oleh Joshua Setia Imanuel dari SMPN 4 Singaraja
Juara harapan 1 diraih oleh Ni Kadek Hepi dari Jelita Meila dari SMPN 2 Amlapura
Juara harapan 2 diraih oleh Ni Made Purnami dari SMPN 1 Amlapura
Juara harapan 3 diraih oleh I Made Reeyza dari SMPN 1 Amlapura



Download DISINI hasil Babak Final

Dokumentasi Kegiatan 




Audiensi dengan Bapak Bupati Karangasem bertempat di kantor Bupati Karangasem


Juara 1, 2, dan 3 KST VIII se-Bali


Penyerahan voucher kepada juara harapan


Juara Harapan 1, 2 dan 3 KST VIII se-Bali



Pelaksanaan penyisihan di Aula Disdikpora

Antusias penyisihan secara online 

Antusias penyisihan secara online  

Antusias penyisihan secara online 

Antusias Penyisihan Secara Online 

Antusias Penyisihan Secara Online

Acara ini juga disupport oleh Wikrama print dan Ganesha Operation Karangasem.  


Sponsor dari Ganesha Operation (GO) Karangasem

kecerian Tim Panitia


Keceriaan Tim Panitia


Keceriaan Panitia

Juara Final KST VIII



Pelaksanaan Final 20 Besar Peserta Terbaik 


Penyerahan Piala Juara


Penutupan KST VIII oleh bapak Kadisdikpora yang diwakili oleh Bapak Kabid SMP


Terimakasih kami ucapkan kepada segenap pihak yang telah membantu kelancaran KST VIII Tingkat SMP se-Bali Tahun 2022. 

Jayalah terus MGMP IPA di hari jadi ke-14 (23 April 2022)