Portal Pendidikan Rumah Belajar

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Kuliah Umum Level 4 Bersama Mas Menteri

Bapak Ibu guru sekalian merupakan cikal dari guru-guru penggerak, guru-guru dengan inisiatif dan semangat tinggi untuk terus berpacu dengan tuntutan zaman.

Selasa, 15 Agustus 2023

Pembelajaran Berdiferensiasi

Salam dan Bahagia

Tugas sebagai seorang guru adalah menuntun muridnya mengembangkan potensi. Seorang anak bagaikan kertas kosong yang samar-samar telah berisi coretan-coretan yang perlu dipertebal dan dipertegas agar nampak nyata. Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).

Garis besar pembelajaran berdiferensiasi menitikberatkan keaktifan guru sebagai pelaksana pembelajaran yang mampu menganalisis situasi dan kebutuhan siswa di sekolah. Peran pedagogi guru tentu sangatlah berpengaruh, sebagai tenaga profesional hendaknya para guru mampu memenuhi kebutuhan siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan:

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
  3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek. 

Ketiga aspek tersebut adalah:

  1. Kesiapan belajar (readiness) murid
  2. Minat murid
  3. Profil belajar murid

Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut.  

 
Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar. Tomlinson (2001) mengatakan bahwa merancang pembelajaran berdiferensiasi mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Untuk mendapatkan kombinasi suara terbaik biasanya Anda akan menggeser-geser tombol equalizer tersebut terlebih dahulu. Saat Anda mengajar, menyesuaikan “tombol” dengan tepat untuk berbagai kebutuhan murid akan menyamakan peluang mereka untuk mendapatkan materi, jenis kegiatan dan menghasilkan produk belajar yang tepat di kelas Anda.  Tombol-tombol dalam equalizer tersebut mewakili beberapa perspektif kontinum yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesiapan murid. Dalam modul ini, kita akan mencoba membahas 6 dari beberapa contoh perspektif kontinum tersebut, dengan mengadaptasi alat yang disebut Equalizer yang diperkenalkan oleh Tomlinson (Tomlinson, 2001).

Saat sebagian murid dihadapkan pada sebuah ide yang baru, atau jika ide itu bukan di salah satu bidang yang dikuasai oleh murid, mereka sering membutuhkan informasi pendukung yang lebih jelas, sederhana, dan tidak bertele-tele untuk memahami ide tersebut. Mereka akan perlu waktu untuk berlatih menerapkan ide secara langsung. Jika murid berada dalam tingkatan ini, maka bahan-bahan materi yang mereka gunakan dan tugas-tugas yang mereka lakukan harus bersifat mendasar dan disajikan dengan cara yang membantu mereka membangun landasan pemahaman yang kuat. Di lain waktu, ketika murid dihadapkan pada ide-ide yang telah mereka pahami atau berada di area yang menjadi kekuatan mereka, maka dibutuhkan informasi yang lebih rinci dari ide tersebut. Mereka perlu melihat bagaimana ide tersebut berhubungan dengan ide-ide lain untuk menciptakan pemikiran baru. Kondisi seperti itu membutuhkan bahan dan tugas yang lebih bersifat transformatif. 

B. Konkret - Abstrak

Di lain kesempatan, guru mungkin dapat mengukur kesiapan belajar murid dengan melihat apakah mereka masih di tingkatan perlu belajar secara konkret atau sudah siap bergerak mempelajari sesuatu yang lebih abstrak.

C. Sederhana - Kompleks

Beberapa murid mungkin perlu bekerja dengan materi lebih sederhana dengan satu abstraksi pada satu waktu; yang lain mungkin bisa menangani kerumitan berbagai abstraksi.

D. Terstruktur - Open Ended

Kadang-kadang murid perlu menyelesaikan tugas yang ditata dengan cukup baik untuk mereka, di mana mereka tidak memiliki terlalu banyak keputusan untuk dibuat. Namun, di waktu lain, murid siap menjelajah dan menggunakan kreativitas mereka.

E. Tergantung (dependent) - Mandiri (Independent)

Walaupun pada akhirnya kita mengharapkan bahwa semua murid kita dapat belajar, berpikir dan menghasilkan pekerjaan secara mandiri, namun sama seperti tinggi badan, mungkin seorang anak akan lebih cepat bertambah tinggi daripada yang lain. Dengan kata lain, beberapa murid mungkin akan siap untuk kemandirian yang lebih awal daripada yang lain.

F. Lambat - Cepat

Beberapa murid dengan kemampuan yang baik dalam suatu mata pelajaran mungkin perlu bergerak cepat melalui materi yang telah ia kuasai atau sedikit menantang. Tetapi di lain waktu, murid yang sama mungkin akan membutuhkan lebih banyak waktu daripada yang lain untuk mempelajari sebuah topik.

The Equalizer (Tomlinson)


Perlu diingat bahwa kesiapan belajar murid bukanlah tentang tingkat intelektualitas (IQ). Hal ini lebih kepada informasi tentang apakah pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki murid saat ini, sesuai dengan keterampilan atau pengetahuan baru yang akan diajarkan.  Adapun tujuan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran, sehingga dipastikan murid terpenuhi kebutuhan belajarnya (Joseph, Thomas, Simonette & Ramsook, 2013).

2. MINAT MURID

Kita tahu bahwa seperti juga kita orang dewasa, murid juga memiliki minat sendiri. Ada murid yang minat nya sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains, drama, memasak, dsb.  Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran.Tomlinson (2001) menjelaskan bahwa mempertimbangkan minat murid dalam merancang pembelajaran memiliki tujuan diantaranya: 

  • Membantu murid menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan keinginan mereka sendiri untuk belajar;
  • Menunjukkan keterhubungan antara semua pembelajaran;
  • Menggunakan keterampilan atau ide yang familiar bagi murid sebagai jembatan untuk mempelajari ide atau keterampilan yang kurang familiar atau baru bagi mereka, dan;
  • Meningkatkan motivasi murid untuk belajar.

Sepanjang tahun, murid yang berbeda akan menunjukkan minat pada topik yang berbeda. Gagasan untuk membedakan melalui minat adalah untuk "menghubungkan" murid pada pelajaran untuk menjaga minat mereka. Dengan menjaga minat murid tetap tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kinerja murid.

Beberapa ide yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan minat diantaranya misalnya:

  • Meminta murid untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan pemahaman dengan menulis lagu, melakukan pertunjukan atau menari.
  • Menggunakan teknik Jigsaw dan pembelajaran kooperatif.
  • Menggunakan strategi investigasi kelompok berdasarkan minat.
  • Membuat kegiatan “sehari di tempat kerja”. Murid diminta mempelajari bagaimana sebuah keterampilan tertentu diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Mereka boleh memilih profesi yang sesuai minat mereka.
  • Membuat model.

3. PROFIL BELAJAR MURID

Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor, seperti: bahasa, budaya, kesehatan, keadaan keluarga, dan kekhususan lainnya. Selain itu juga akan berhubungan dengan gaya belajar seseorang. Menurut Tomlinson (dalam Hockett, 2018) profil belajar murid ini merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. 

Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Namun demikian, sebagai guru, kadang-kadang kita secara tidak sengaja cenderung memilih gaya belajar yang sesuai dengan gaya belajar kita sendiri.  Padahal kita tahu setiap anak memiliki profil belajar sendiri. Memiliki kesadaran tentang ini sangat penting agar guru dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar mereka. Penting juga untuk diingat bahwa kebanyakan orang lebih suka kombinasi profil. Menurut Tomlinson (2001), ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran seseorang. Berikut ini adalah beberapa yang harus diperhatikan:

  • Lingkungan: suhu, tingkat aktivitas, tingkat kebisingan, jumlah cahaya.
  • Pengaruh Budaya: santai - terstruktur, pendiam - ekspresif, personal - impersonal.
  • Visual: belajar dengan melihat (diagram, power point, catatan, peta, grafik organisator).
  • Auditori: belajar dengan mendengar (kuliah, membaca dengan keras, mendengarkan musik).
  • Kinestetik: belajar sambil melakukan (bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dsb).

Berdasarkan pemaparan mengenai ketiga aspek dalam mengkategorikan kebutuhan belajar murid, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk mengoptimalkan pembelajaran dan tentunya hasil dari pembelajaran murid diperlukan pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

garis besar pembelajaran berdiferensi menitikberatkan keaktifan guru sebagai
pelaksana pembelajaran yang mampu menganalisis situasi dan kebutuhan siswa di sekolah. Peran pedagogi
guru tentu sangatlah berpengaruh, sebagai tenaga profesional hendaknya para guru mampu memenuhi

kebutuhan siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi.

DAFTAR ISTILAH 

  • Diferensiasi Konten adalah Diferensiasi konten merujuk pada strategi membedakan pengorganisasian dan format penyampaian konten. Konten adalah materi pengetahuan, konsep, dan keterampilan yang perlu dipelajari murid berdasarkan kurikulum. 
  • Diferensiasi Produk adalah Merujuk pada strategi memodifikasi produk hasil belajar murid, hasil latihan, penerapan, dan pengembangan apa yang telah dipelajari.
  • Diferensiasi Proses adalah Merujuk pada strategi membedakan proses yang harus dijalani oleh murid yang dapat memungkinkan mereka untuk berlatih dan memahami isi (content) materi.
  • Kesiapan Belajar (Readiness) adalah Kapasitas atau kesiapan murid untuk mempelajari materi baru. Kesiapan ini terkait dengan berbagai hal, diantaranya: pengetahuan, konsep dan keterampilan awal yang saat ini dikuasai oleh murid; miskonsepsi; tingkat perkembangan kognitif, afektif dan fisik; keterampilan berpikir, dan sebagainya.
  • Lingkungan Belajar adalah Lingkungan yang berada di sekitar seseorang dan yang mempengaruhi proses belajar mengajar.
  • Minat adalah Suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan kepadanya.
  • Peer Teaching adalah Metode pembelajaran tutor sebaya yang merupakan strategi pembelajaran kooperatif dimana rasa saling menghargai dan mengerti dibina di antara orang-orang yang bekerja bersama.
  • Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu.
  • Profil Belajar adalah Merupakan pendekatan yang disukai murid untuk belajar, yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dan lain-lain. 
  • Scaffolding adalah Suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran.

Sumber:

Tomlinson, C.A. (2021). How  to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. ASCD. Tomlinson. (Modul 2.1 PGP, 2020).

Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. ASCD. Tomlinson.
(Modul 2.1 PGP, 2020).
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. ASCD. Tomlinson.
(Modul 2.1 PGP, 2020).
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms. ASCD. Tomlinson.
(Modul 2.1 PGP, 2020).

Sabtu, 12 Agustus 2023

Besaran, Satuan, dan Pengukuran Kelas 7

Mari belajar IPA bersama Sahabat Sains. Kali ini kita akan belajar terkait besaran, satuan, dan pengukurannya.



Pengertian Istilah

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur (dinyatakan dengan nilai/angka) dan mempunyai satuan. Contoh besaran seperti, panjang, massa, waktu, luas, volume, suhu, kecepatan, dan sebagainya.

Satuan adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran atau pembanding dalam suatu pengukuran tertentu. Contoh satuan seperti km, m, g, kg, mL, L, N, watt, J, dan sebagainya.

Mengukur adalah membandingkan besaran dengan besaran sejenis sebagai satuan; menghasilkan ukuran yang terdiri atas nilai dan satuan. Contoh kegiatan mengukur,misalnya mengukur panjang meja dengan penggaris dengan cara membandingkan panjang meja dan panjang penggaris. Misal hasil pengukuran panjang meja sama dengan 100 sentimeter. Mengukur membutuhkan alat ukur. Alat ukur harus sesuai dengan besaran yang akan diukur. Diperlukan satuan yang yang disepakati bersama untuk semua orang. Satuan yang disepakati ini disebut satuan baku.

Mari mendalami tentang Besaran

Besaran pokok adalah besaran yang tak tergantung pada besaran-besaran yang lain. Besaran pokok bisa diukur secara langsung dan dijadikan sebagai dasar besaran yang lainnya.

Tabel Besaran Pokok


Penjelasan masing-masing besaran pokok
1. Panjang

  • Penggaris
  • Pita ukur
  • Jangka sorong
  • Mikrometer sekrup

Lambang besaran : l
Satuan panjang: meter
Lambang satuan: m

2. Massa
  • Neraca pasar
  • Neraca lengan
  • Neraca kimia
  • Neraca pegas
  • Neraca digital
Lambang besaran: m
Satuan massa: kilogram
Lambang satuan: kg

3. Waktu
  • Jam matahari
  • Jam pasir
  • Jam tangan
  • Jam dinding
  • Stopwatch
  • Jam atom
Lambang besaran: t
Satuan waktu: sekon
Lambang satuan: s

4. Kuat Arus
Kuat arus diukur dengan menggunakan amperemeter. Bagian terpenting amperemeter disebut galvanometer. Galvanometer bekerja berdasarkan gaya antara medan magnet dan kumparan berarus hasilnya akan ditampilkan dalam skala yang terdapat pada amperemeter.

Lambang besaran: I
Satuan kuat arus: ampere
Lambang satuan: A

5. Suhu / Temperatur
Alat untuk mengukur suhu adalah termometer. Termometer ada dua jenis non-logam dan logam. Termometer non-logam contohnya adalah termometer udara, termometer cairan, dan termometer listrik.  Termometer logam contohnya adalah termometer bimetal mekanik.

Lambang besaran: T
Satuan suhu: kelvin
Lambang satuan: K

6. Intensitas Cahaya
Alat untuk mengukur intensitas cahaya adalah candlemeter atau luxmeter.

Lambang besaran: Iv
Satuan intensitas cahaya: kandela
Lambang satuan: cD

7. Jumlah Zat
Jumlah zat tidak diukur secara langsung, namun diukur dari massa zat.

Lambang besaran: Mol
Satuan jumlah zat: Mol
Lambang satuan: n

Besaran turunan adalah besaran yang tersusun atas satu atau lebih besaran pokok, contohnya luas, volume, kecepatan, percepatan, gaya, dan usaha.

Besaran skalar adalah besaran yang hanya mempunyai nilai (besar), tidak mempunyai arah. Contoh besaran skalar yaitu voluma, massa, waktu, dan jarak.

Besaran vektor merupakan besaran yang mempunyai nilai yang besar dan arah. Contoh besaran vektor ialah perpindahan, kecepata, dan gaya.

Contoh Soal 

1.     Doni melakukan beberapa kegiatan pengukuran dan diperoleh data sebagai berikut.

(1) Massa telur dalam plastik 0,5 kg

(2) Volume batu 40 cm3

(3) Suhu kamar tidur 25ÂșC

(4) Tinggi meja belajar 80 cm

(5) Luas ruangan tamu 12 m2

(6) Denyut jantung Doni 78 denyut per menit

Hasil pengukuran Doni yang termasuk besaran pokok adalah ….

a. (1), (2), dan (3)

b. (1), (3), dan (4)

c. (2), (5), dan (6)

d. (4), (5), dan (6)

2.      Pasangan besaran, satuan, dan alat ukur yang benar adalah ….

 

No.

Besaran

Satuan

Alat ukur

1.

Panjang

meter

Mistar

2.

Berat

kilogram

Neraca

3.

Waktu

sekon

Stop Watch

4.

Suhu

celcius

Thermometer

5.

Kuat Arus

ampere

Amperemeter

Besaran dan satuan dalam SI maupun alat ukur yang benar ditunjukkan pada nomor ….

a. (1), (2), dan (4)

b. (1), (3), dan (4)

c. (1), (3), dan (5)

d. (2), (4), dan (5)


3.      Perhatikan gambar berikut!



Hasil pengukuran dengan menggunakan neraca O’hauss adalah….

a.  197,5 g

b.  197,0 g

c.  187,5 g

d.  187,0 g


4. Perhatikan gambar berikut!

Hasil pengukuran jangka sorong tersebut adalah ….
a. 5,40
b. 5,10
c. 4,35
d. 4,33

5. Perhatikan hasil pengukuran massa berikut!

Besar massa benda adalah ….
a. 0,125 kg
b. 1,25 kg
c. 12,5 kg
d. 125,0 kg

6. Volume benda yang tidak beraturan diukur menggunakan gelas ukur seperti tampak pada gambar berikut.

Volume benda tidak beraturan tersebut adalah …. mL.
a. 20
b. 30
c. 40
d. 50

7. Seorang siswa mengukur panjang pensil dengan penggaris patah seperti pada gambar berikut.

Berdasarkan gambar tersebut, panjang pensil adalah … cm
a. 5
b. 4
c. 3
d. 2

8. Perhatikan tabel besaran dan satuannya berikut!

Hubungan antara besaran pokok dan satuan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4

9. Berdasarkan Sistem Internasional, maka satuan dasar massa adalah ….
a. ton
b. ons
c. kilogram
d. gram

10. Berikut ini merupakan alat ukur panjang, kecuali ….

a.

b.

c.

d.

SEMANGAT BELAJAR 
SAMPAI JUMPA PADA MATERI SELANJUTNYA