Portal Pendidikan Rumah Belajar

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia.

Kuliah Umum Level 4 Bersama Mas Menteri

Bapak Ibu guru sekalian merupakan cikal dari guru-guru penggerak, guru-guru dengan inisiatif dan semangat tinggi untuk terus berpacu dengan tuntutan zaman.

Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS VII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATERI KELAS VII. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Agustus 2021

Klasifikasi Makhluk Hidup Kelas VII

Salam dan Bahagia 


Tempo hari, anak-anak telah Ibu ajak mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada di sekitar kalian. Kali ini kita akan belajar Klasifikasi Makhluk Hidup. Budayakan literasi membaca sejak dini.

1. Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup sebagai objek kajian biologi sangat beraneka ragam. Agar mudah mempelajarinya, para ahli melakukan klasifikasi untuk menyederhanakannya. Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri tertentu yang dimilikinya. Cabang ilmu biologi\ yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi (Yunani, taxis = susunan, nomos = aturan).

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan secara sistematis dan bertahap. Organisme-organisme yang memiliki persaman tertentu dimasukkan ke dalam satu kelompok. Dari anggota kelompok tersebut, dicari lagi persamaan dan perbedaan ciri lainnya untuk membentuk kelompok yang lebih kecil. Hal ini berdasarkan kajian evolusi bahwa organisme dalam satu kelompok memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Makin banyak persaman ciri, makin dekat pula kekerabatannya. Contohnya, ular memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan kadal daripada dengan ayam.

Perhatikan gambar berikut, manakah hewan yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat? 



2. Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

  1. Pengamatan sifat makhluk hidup. Proses yang dilakukan adalah mengidentifikasi makhluk hidup dengan cara mengamati dari tingkah laku, bentuk morfolofi, anatomi, dan fisiologi (fungsi faal tubuh).
  2. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri yang diamati. Proses pengelompokkan makhluk hidup dilakukan berdasarkan ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan yang diamati.
  3. Pemberian nama makhluk hidup. Setelah dikelompokkan, langkah klasifikasi selanjutnya adalah memberi nama makhluk hidup agar lebih mudah dipahami. Sistem penamaan makhluk hidup salah satunya adalah system tata nama ganda (Binomial Nomenclature).
3. Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup 

Jadi, dengan mengklasifikasikan makhluk hidup dapat diperoleh beberapa manfaat, antara lain sebagai berikut:

  1. Menyederhanakan objek studi biologi yang beraneka ragam sehingga lebih mudah untuk mempelajarinya.
  2. Dapat mengetahui hubungan kekerabatan antara organisme yang satu dengan organisme lainnya.
4. Dasar-Dasar Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Beberapa dasar klasifikasi digunakan dalam melakukan klasifikasi, antara lain berdasarkan ciri-ciri fisik, morfologi, cara bereproduksi, manfaat, ciri-ciri kromosom, kandungan gen di dalam kromosom, dan kandungan zat biokimia, berdasarkan dasar-dasar klasifikasi tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup dapat dibedakan menjadi sistem alamiah, sistem artifisial (buatan) sistem filogenetik, dan sistem modern.

  • Klasifikasi Sistem Alamiah
  • Klasifikasi Sistem Artisifal (Buatan)
  • Klasifikasi Sistem Filogenetik
  • Klasifikasi Sistem Modern
Klasifikasi sistem alamiah adalah klasifikasi untuk membentuk takson-takson yang bersifat alamiah (sesuai kehendak alam). Dasar yang digunakan adalah adanya persamaan sifat, terutama sifat morfologinya. Klasifikasi sistem alamiah dikemukakan pertama kali oleh Aristoteles. Aristoteles mengelompokan di bumi ini menjadi 2 kingdom, yaitu hewan dan tumbuhan. Kemudian hewan dikelompokan lagi berdasarkan persamaan habitat dan perilakunya,sedangkan tumbuhan dikelompokan lagi berdasarkan ukuran dan strukturnya, misalnya tumbuhan pohon (beringin, mangga, jeruk, kelapa), tumbuhan perdu (tomat, bayam, cabai, terung), dan tumbuhan semak (rumput, jahe).

Klasifikasi sistem artisifal adalah klasifikasi untuk tujuan praktis, misalnya berdasarkan kegunaannya. Berdasarkan kegunaannya, tumbuhan dikelompokan menjadi tanaman obat (jahe, kina, kayu putih, ginseng), tanaman hias (mawar, melati, cempaka, anggrek), tanaman makanan pokok (padi, jagung, gandum, ubi), tanaman sayuran (bayam, kangkung, kacang panjang, kol), tanaman buah-buahan (jeruk, salak, pepaya, apel), tanaman sandang (kapas), dan tanaman untuk papan (jati, bambu, meranti).

Pada sistem filogenetik, klasifikasi didasarkan pada jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara organisme atau kelompok organisme, dengan melihat kesamaan ciri morfologi, struktur anatomi, fisiologi dan etologi (perilaku). Filogeni merupakan hubungan kekerabatan antara organisme berdasarkan proses evolusinya. Hubungan kekerabatan tersebut digambarkan sebagai pohon filogenetik. Klasifikasi sistem filogenetik diperkenalkan sejak munculnya teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859.

Klasifikasi sistem modern dibuat berdasarkan hubungan kekerabatan organisme (filogenetik), ciri-ciri gen atau kromosom, serta ciri-ciri biokimia. Pada klasifikasi sistem modern, selain menggunakan dasar perbandingan ciri-ciri morfologi, struktur anatomi, fisiologi, etologi, juga dilakukan perbandingan struktur molekuler dari organisme yang diklasifikasikan.

5. Tingkatan Takson Dalam Klasifikasi Makhluk Hidup
Tingkatan takson merupakan tingkatan dari suatu unit atau kelompok makhluk hidup yang disusun mulai dari tingkat paling tinggi hingga tingkat paling rendah. Urutan tingkatan takson dalam klasifikasi mulai dari tingkat paling tinggi hingga tingkat paling rendah, yaitu:
  1. kingdom(kerajaan) atau regnum(dunia)

  2. phylum(filum), atau division(divisi)

  3.  classis(kelas)

  4. ordo(bangsa)

  5. familia(famili/suku)

  6. genus(marga),

  7. species(spesies/jenis)

    Semakin Tinggi tingkatan takson, maka akan semakin banyak pula anggota takson, namun makin akan banyak pula perbedaan ciri antar sesama anggota takson, Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson maka semakin sedikit pula anggota takson dan semakin banyak pula persamaan ciri antar anggota takson. 
  • Kingdom atau Regnum

Kingdom adalah tingkatan takson yang tertinggi dengan jumlah anggota takson terbesar. Organisme di bumi dikelompokkan menjadi beberapa kingdom, antara lain (1)kingdom Monera (organisme uniseluler tanpa nukleus), (2) kingdom Protista (eukariotik yang memiliki jaringan sederhana), (3) kingdom Fungi (jamur), (4)kingdom Plantae (tumbuhan), dan (5) kingdom Animalia (hewan).


  •  Filum atau Divisi

Filum (phylum) digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi (divisio) digunakan untuk takson tumbuhan. Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum, seperti filum Chordata (memiliki notokorda saat embrio), filum Echinodermata(hewan berkulit duri), dan filum platyhelminthes (cacing pipih). Nama divisi pada tumbuhan menggunakan akhiran -phyta.Contohnya kingdom plantae dibagi menjadi tiga divisi, antara lain Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta(tumbuhan paku) dan Spermatophyta(tumbuhan berbiji).


  • Classis (kelas)

Anggota takson pada setiap filumatau divisi dikelompokkan lagi menjadi ordo berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. Nama kelas tumbuhan menggunakan akhiran yang berbeda,antara lain: -opsida (untuk lumut), -edoneae(untuk tumbuhan berbiji tertutup),-phyceae (untuk alga), dan lain-lain. Contohnya divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Monocotyledoneae dan kelas Dicotyledoneae; divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida (lumut hati), Anthoceratopsida(lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut daun); dan filum Chrysophyta (ganggang keemasan) dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae,dan Bacillariopyceae.


  • Ordo (bangsa)

Anggota takson pada setiap kelas dikelompokkan lagi menjadi ordo berdasarkan persamaan ciri-ciri yang lebih khusus. Nama ordo pada takson tumbuhan umumnya menggunakan akhiran -ales. Sebagai contoh kelas Dicotyledoneae dibagi menjadi beberapa ordo, antara lain ordo Solanales, Cucurbitales, Rosales, Malvales,Asterales, dan Poales.


  • Familia

Anggota takson setiap ordo diklasifikasikan lagi menjadi beberapa famili berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Famili berasal dari bahasa Latin familia. Nama famili pada tumbuhan umumnya menggunakan akhiran -aceaemisalnya Compositae (nama lain Asteraceae) dan Graminae (nama lain Poaceae). Sementara itu, nama famili pada hewan umumnya menggunakan akhiran kata -idae, misalnya Homonidae (manusia), Felidae (kucing), dan Canidae (anjing).


Baca Juga : Proses Metamorfosis Pada Belalang


  • Genus

Anggota takson setiap famili dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu yang lebih khusus. Kaidah penulisan nama genus ialah menggunakan huruf kapital pada kata pertama dan dicetak miring atau digarisbawahi. Sebagai contoh, famili Poaceae terdiri atas genus Zea (jagung), Triticum(gandum), Saccharum (tabu), dan Oryza(Padi-padian).


  • Spesies

Spesies adalah tingkatan takson paling rendah. Anggota takson spesies memiliki persamaan ciri paling banyak dan terdiri atas organisme yang bila melakukan perkawinan secara alamiah dapat menghasilkan keturunan yang fertil (subur). Nama spesies terdiri dari dua kata. Kata pertama menunjukkan nama genusnya dan kata kedua menunjukkan nama spesifiknya. Sebagai contoh, pada genus Rosa terdapat spesies Rosa multiflora, Rosa canina, Rosa gigiantea, Rosa alba, Rosa rugosa, dan Rosa dumalis.


6. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom 

Sistem lima kingdom ditemukan oleh seoarng ahli Ekologi Amerika SerikatRobert H. Whittaker pada tahun 1969 dengan menggunakan dasar tingkatan organisme, susunan sel, dan faktor nutrisinya. Adapun sistem klasifikasi lima kingdom ini adalah sebagai berikut:


  1. Kingdom Monera.

  2. Kingdom Protista.

  3. Kingdom Fungi.

  4. Kingdom Plantae.

  5. Kingdom Animalia.


7. Sistem Tata Nama Makhluk Hidup

Dalam kehidupan, mungkin sering menemukan suatu jenis makhluk hidup, misalnya tanaman mangga dalam bahasa Indonesia memiliki nama yang berbeda-beda. Misalnya orang Jawa Tengah menyebutnya pelem, paoh bagi orang Jawa Timur, sedangkan di Sumatera Barat disebut pauh. Contoh lain, pisang dalam bahasa Indonesia, di Jawa Barat disebut cau, sedangkan di Jawa Tengah dinamakan gedang. Nama mangga dan pisang dapat berbeda-beda menurut daerah masing-masing, dan hanya dimengerti oleh penduduk setempat.


Agar nama-nama tersebut dimengerti oleh semua orang, maka setiap jenis makhluk hidup perlu diberi nama ilmiah dengan menggunakan nama latin, sesuai dengan kode Internasional Tata Nama Tumbuhan dan Hewan. Nama ilmiah makhluk hidup digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia. Walaupun terkadang sulit di eja atau diingat, tetapi diharapkan suatu organisme hanya memiliki satu nama yang benar. Upaya memberi nama ilmiah makhluk hidup yang dirintis oleh para ilmuwan, akhirnya melahirkan sistem tata nama binomial nomenklatur (tata nama biner) yang meliputi ketentuan pemberian nama takson genus dan spesies.


  • Nama Marga(Genus).

Nama marga tumbuhan maupun hewan terdiri atas suku kata yang merupakan kata benda berbentuk tunggal (mufrad). Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. Selanjutnya setiap nama genus makhluk hidup ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris-bawahi.

Contoh, marga tumbuhan Solanum (terong-terongan), marga hewan Felis (kucing), dan sebagainya.


  • Nama Jenis.

Nama jenis untuk hewan maupun tumbuhan harus terdiri atas dua katatunggal (mufrad) yang sudah dilatinkan. Misalnya, tanaman jagungnama spesiesnya (jenis) Zea Mays. Burung merpati nama spesiesnya Columbia livia. Kata pertama merupakan nama marga (genus), sedangkan kata kedua, merupakan petunjuk spesies atau petunjuk jenis. Dalam penulisan nama petunjuk jenis, seluruhnya menggunakan huruf kecil. Selanjutnya setiap nama jenis (spesies) makhluk hidup ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris-bawahi agar dapat dibedakan dengan nama atau istilah lain.


8. Identifikasi Makhluk Hidup

ayam-dan-elang

  • Kunci Determinasi atau Dikotomis

Para ahli biologi melakukan penelitian terhadap suatu makhluk hidup, dari segi apa pun, seperti jumlah sel, dinding sel, ukuran, cara berkembang biak, dapat melakukan fotosintesis atau tidak, dan lain-lain. Selain diteliti, para ahli taksonomi yang bertugas mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan takson (kingdom, filum, divisi, ordo, kelas, dll.) memberikan banyak pertanyaan kepada ahli biologi tentang ciri-ciri makhluk hidup tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini disebut Kunci Determinasi/Kunci Dikotom.


Tujuan kunci determinasi adalah mengenali ciri-ciri makhluk hidup, lalu makhluk hidup tersebut ditetapkan identitas supaya dapat diklasifikasikan menurut takson secara benar (dari kingdom, filum, divisi, ordo, kelas, dll.).


Contoh kunci determinasi:

  • Bawalah seekor hewan kemudian jawablah kunci determinasi berikut ini!
  1. Tidak bertulang belakang ………………………………………..(bila ya lanjutkan ke nomor 2)

  2. Memiliki ruas-ruas tulang belakang ……………………………(bila ya lanjutkan ke nomor 3)

  3. Tubuh lunak, kaki tidak berbuku-buku …………………………siput (bila ya jawabannya siput)

  4. Tubuh tidak lunak dan berbuku-buku ………………………….(bila ya lanjutkan ke nomor 4)

  5. Bergerak dengan sirip …………………………………………………ikan (bila ya jawabannya ikan)

  6. Bergerak bukan dengan sirip …………………………………….(bila ya lanjutkan ke nomor 6)

  7. Bersayap ……………………………………………………………….(bila ya lanjutkan ke nomor 5)

  8. Tidak bersayap ……………………………………………………….lipan (bila ya jawabannya lipan)

  9. Menyusui anaknya …………………………………………………..mamalia (bila ya jawabannya mamalia atau kerbau)

  10. Tidak menyusui anaknya …………………………………………(bila ya lanjutkan ke nomor 7)

  11. Sayapnya sisik …………………………………………………………..kupu-kupu (bila ya jawabannya kupu-kupu)

  12. Sayapnya lurus ……………………………………………………….belalang (bila ya maka belalang)

  13. Mengalami metamorfosis …………………………………………katak (bila ya jawabannya katak)

  14.  Tidak mengalami metamorfosis ………………………………..(bila ya lanjutkan ke nomor 8)

  15. Tidak mengerami …………………………………………………….buaya (bila ya jawabannya buaya)

  16. Mengerami telurnya …………………………………………………burung (bila ya jawabannya burung)

Dari kunci itu diperoleh:

Kunci-Determinasi

Tabel: Kunci Determinasi


9. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati merupakan hal yang penting bagi kehidupan. Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (biodiversity) adalah variasi organisme hidup pada tiga tingkatan, yaitu tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman hayati berperan sebagai indikator dari sistem ekologi dan sarana untuk mengetahui adanya perubahan spesies.


Keanekaragaman hayati juga mencakup kekayaan spesies dan kompleksitas ekosistem sehingga dapat memengaruhi komunitas organisme, perkembangan dan stabilitas ekosistem.


  • Tingkatan Klasifikasi

Keanekaragaman hayati muncul sebagai akibat dari adanya persamaan dan perbedaan ciri serta sifat yang terdapat pada makhluk hidup. Secara garis besar keanekaragaman hayati terbagi ke dalam tiga tingkatan yaitu, tingkat gen, jenis, dan ekosistem.


  • Keanekaragaman Gen

Keanekargaman gen adalah variasi atau perbedaan gen yang terjadi pada suatu kelompok spesies.Gen adalah materi yang terdapat pada kromosom, bersifat heterediter (diturunkan) yang berfungsi mengatur dan mengendalikan sifat atau penampilan suatu makhluk hidup. Variasi gen menyebabkan fenotip dan genotip setiap makhluk hidup berbeda. Variasi gen dapat terjadi melalui perkawinan maupun akibat interaksi gen dengan lingkungannya.

Contoh:

  • Variasi mangga (gadung, gedong gincu, golek, apel, kelapa, madu).

Variasi-mangga


  • Keanekaragaman Jenis

Keanekaragaman jenis (spesies) adalah perbedaan yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies yang hidup di suatu tempat.

Contoh :

  • Variasi pada genus Panthera (singa, harimau, macan tutul, jaguar)

Variasi pada genus Panthera


  • Keanekaragaman Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanya persamaan dan perbedaan komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem. Faktor biotik maupun faktor abiotik ini sangat beragam, oleh sebab itu ekosistem yang tersusun atas dua faktor tersebut pun memiliki perbedaan antar ekosistem satu dengan ekosistem lainnya. Keanekaragaman ekosistem dibedakan menjadi keanekaragaman ekosistem alamiah dan keanekaragaman ekosistem buatan (Gambar 2.3.3).


Contoh :

  1. Keanekaragaman ekosistem alamiah: variasi ekosistem laut
  2. Ekosistem laut,
  • Biotik : cumi-cumi, kepiting, kuda laut, rumput laut.
  • Abiotik : terumbu karang, pasir laut, karang.

10. Kaitan Klasifikasi dengan Evolusi

Kaitan klasifikasi dengan evolusi merupakan suatu pendekatan analisis terhadap keragaman makhluk hidup dan hubungannya dengan evolusi antarorganisme. Adapun hubungan evolusi antarkelompok organisme ini dikenal dengan filogeni.


Sejak Darwin mengemukakan teorinya, klasifikasi memiliki tujuan untuk pengaturan kelompok makhlukhidup secara sederhana, yaitu untuk membuat klasifikasi yang mencerminkan hubungan evolusi antarmakhluk hidup. Oleh karena itu, dibuat suatu sistem klasifikasi yang memperlihatkan hubungan evolusi antarmakhluk hidup. Perhatikan gambar hubungan evolusi dan klasifikasi berikut ini.


Para ilmuwan biasanya menggunakan pohon filogenetik untuk menggambarkan hipotesis tentang sejarah evolusi spesies. Diagram bercabang ini memperlihatkan hierarki klasifikasi kelompok makhluk hidup ke dalam kelompok yang lebih kecil.Pada akhir abad ke-20, perkembangan Biologi Molekular mencapai kemajuan yang cukup baik. Para ilmuwan telah dapat membedakan dan membandingkan spesies serta kedekatan secara evolusi melalui pendekatan molekular. Pada tingkat molekular, kedekatan antara dua spesies sesuai dengan akumulasi perbedaan genom kedua spesies tersebut.

 Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

Senin, 26 Juli 2021

Konsep pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku)

Selamat pagi anak-anak kelas VII 

Sebelum memulai pelajaran IPA mari kita berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar senantiasa sehat. 

Pada hari ini kita akan belajar tentang materi pengukuran berbagai besaran dengan menggunakan satuan standar (baku)


KEGIATAN PEMBELAJARAN 1.

  1. Materi dapat diunduh dengan cara klik DISINI kemudian klik create Link dan klik Get Link
  2. Setelah mengunduh materi, bacalah halaman 14 sampai 24 
  3. Buatlah tugas pada halaman 17 dan 18 yaitu aktivitas belajar 2 dari no 1 s/d 5. Buat di Buku tugas dengan membuat tabel seperti di halaman tersebut. Gambar tidak perlu dibuat!
  4. Cobalah bermain games tentang Besaran dan Alat Ukurnya ini KLIK games. cara bermain dengan menggeser gambar alat ukur ke arah besaran yang tepat.  Klit submit answer dan lihatlah skor yang didapat

Semangat Mengerjakan
Semoga Sukses


Minggu, 07 Maret 2021

GAMES IPA KELAS VII

Salam dan Bahagia

Belajar Sains Asik  kali ini dengan berbagai macam games. Silahkan dicoba gamesnya. 





Jumat, 04 Desember 2020

MATERI EKOSISTEM KELAS VII

Salam dan Bahagia. Semoga sahabat dalam keadaan sehat dimanapun berada. 

Kali ini Sahabat Sains akan berbagi materi tentang ekosistem. Marilah kita menonton video ekosistem di bawah ini untuk memahami pengertian ekosistem, komponen ekosistem dan macam-macam ekosistem.



Setelah menonton video tersebut, diskusikanlah pertanyaan berikut bersama temanmu!

Soal No 1

Bacalah wacana di bawah ini dengan teliti ! 

Di Bumi yang luar biasa, tinggal bermacam-macam makhluk hidup didalamnya. Ada manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan semua hidup di habitatnya masing-masing. Semua makhluk hidup saling membutuhkan, dan berinteraksi sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya masing-masing. Dalam kehidupan ini ada hubungan timbal balik antara manusia, tumbuhan, mikroorganisme dan tempat tumbuhnya. Faktanya, makhluk hidup manapun tidak dapat lepas dari lingkungannya, baik itu biotik maupun abiotik. Sumber utama ekosistem adalah cahaya matahari. Dengan interaksi antara kedua komponen tersebut, macam-macam ekosistem akan selalu tumbuh berkembang sehingga menimbulkan perubahan ekosistem. Jika anda pergi ke gunung, maka anda akan menemukan ekosistem gunung. Di danau, anda akan menemukan ekosistem danau. Intinya, macam-macam ekosistem yang ada di bumi tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Sebagai contoh, ekosistem sungai terdiri atas hewan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup bersama-sama. Pada ekosistem sungai ada ikan-ikan kecil, ular sawah, rumput di tepian sungai, dan sebagainya.

Apakah permasalahan utama dari wacana di atas? Rumuskan permasalahan tersebut dalam bentuk pertanyaan minimal 3 pertanyaan!

Soal No. 2

Dari soal no 1. Apakah kemungkinanan jawaban dari rumusan permasalahan yang telah kamu buat ? 

Soal No. 3

Prily memiliki halaman rumah berisikan tanaman dan rumput sedangkan halaman rumah petrus disemen dan terdapat tanaman yang ditempatkan di dalam pot. Saat musim hujan banyak genangan air di rumah petrus. Petrus pun merasa sangat terganggu. Solusi apakah yang dapat kamu berikan kepada petrus agar dapat mengatasi masalahnya ? 

Soal No. 4

Bacalah wacana di bawah ini dengan teliti. 
Laut memberikan banyak manfaat, di sisi lain manusia juga memberlakukannya sebagai tempat pembuangan „sampah‟. Kenyataan ini jelas menunjukkan paradoks bagi warga negara Indonesia. Perlu di ketahui bahwa kerusakan ekosistem laut saat ini berada di zona merah. Hal ini tentu sangat membahayakan ekosistem laut. Penambangan pasir adalah salah satu kegiatan yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini. Kegiatan ini sering terjadi di wilayah Banten hingga Riau. Isu hasil penambangan pasir liar ini dikabarkan dibawa ke Singapura untuk memperluas wilayah teritori. Saat ini terjadi kegiatan penambangan pasir pantai yang memberikan setidaknya dua dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Pertama, membaiknya perekonomian masyarakat karena hasil penambangan pasir pantai digunakan sebagai bahan bangunan. Kedua, memburuknya kondisi lingkungan karena terjadinya abrasi. Berdasarkan informasi di atas, menurut kalian dampak manakah yang relevan dan tidak relevan dengan kasus penambangan pasir yang terjadi di laut Banten hingga Riau ? solusi apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut? 

Sabtu, 19 September 2020

PERUBAHAN WUJUD ZAT: DISCOVERY-INQUIRY LEARNING BERSAMA RUMAH BELAJAR

SALAM HANGAT SALAM SEHAT TETAP TANGGUH

Om Swastyastu,


Bagaimana kabar anak-anak? 

Jangan lupa jaga kesehatan ya anak-anak dimanapun berada. Semoga senantiasa sehat dan bugar di tengah pandemi ini. 


Nah anak-anak pernah mengamati ibu memasak air? ketika air sudah beberapa menit dipanaskan apa yang dapat anak amati? 



TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyebutkan jenis zat
  2. Menyebutkan ciri-ciri zat 
  3. Memberikan contoh perubahan wujud zat

STIMULUS

Perhatikan gambar berbagai macam zat berikut ini. 


IDENTIFIKASI MASALAH

Identifikasilah, wujud zat dari masing-masing gambar tersebut!

PENGAMATAN DETEKTIF SAINS

Nah  sekarang masing-masing anak ibu tugaskan untuk menemukan benda-benda disekeliling kalian sebanyak mungkin kemudian catat nama bendanya dan amati bagaimana ciri-cirinya!

CATATAN DETEKTIF SAINS


Hasil pengamatan anak-anak dicatat dalam tabel pengamatan berikut ini!



PERIVIKASI DATA DETEKTIF SAINS


Wah luar biasa hasil pengamatan dan pencatatan anak-anak. Kalian semua pantas dijuluki detektif sains
 

Apakah zat dapat berubah wujudnya? bagaimana dengan proses terjadinya hujan? Ceritakanlah proses terbentuknya hujan di alam ini!

Terbentuknya hujan dimulai dari ..................................................................................................................................

Untuk lebih memahami tentang zat dan bagaimana perubuhan wujud zat tersebut ibu akan ajak anak-anak menonton video dari sumber belajar portal RUMAH BELAJAR yang dapat diakses pada link berikut https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id

NAH ini Video dari Sumber Belajar yang ibu sudah downloadkan dari link diatas. Selamat menonton. 



Sudah selesai menonton sampai habis ya videonya? begitu spesifiknya Tuhan menciptakan berbagai macam zat di dunia ini yang memiliki karakteristik bervariasi berdasarkan wujudnya

Sekarang anak-anak sudah terbayang bukan perubahan wujud zat?

GENERALISASI DETEKTIF SAINS

Setelah serangkaian kegiatan penemuan yang luar biasa di atas. Anak-anak pastinya sekarang dapat menggolongkan jenis zat yang ada dirumahmu berdasarkan wujudnya.

Simpulan apa yang anak-anak peroleh dari belajar kali ini? Menyenangkan bukan belajar penemuan ala-ala detektif  dengan model pembelajaran Discovery-Inquiri Learning?

CATATAN 

Aktivitas anak-anak tersebut dilaporkan dalam buku tugas IPA dan difoto kemudian dikumpulkan ke dalam TUGAS google classroom.

Terimakasih anak-anak pembelajaran hari ini berakhir dengan slogan Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja melalui portal rumah belajar pasti semangat

MATERI PENGUKURAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY LEARNING DENGAN PORTAL RUMAH BELAJAR

BESARAN, SATUAN, DAN PENGUKURAN

SEMANGAT BELAJAR DARI RUMAH

Om Swastyastu,

Bagaimana kabar anak-anak? 

Jangan lupa jaga kesehatan ya anak-anak dimanapun berada. Semoga senantiasa sehat dan bugar di tengah pandemi ini. 

Nah anak-anak pasti sudah pernah berbelanja di pasar bukan? Disana terjadi transaksi jual beli. Anak-anak tak asing mendengar kata menimbang, berapa kg? berat mangga 1 kg harganya berapa? benarkah penyebutan berat pada penimbangan mangga? Kali ini kita akan belajar tentang Besaran, Satuan, dan Pengukuran  bersama sumber belajar portal Rumah Belajar. 



TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Membedakan alat ukur baku dan tak baku
  2. Menyebutkan besaran dan satuan yang sesuai secara international
  3. Melakukan kegiatan mengkur benda di rumah

STIMULUS

Perhatikan gambar kegiatan mengukur berikut ini. 


Deskripsikan masing-masing gambar! Apa yang mereka lakukan dan alat ukur apa yang digunakan.

IDENTIFIKASI MASALAH

Manakah yang termasuk kegiatan mengukur dengan alat ukur yang baku?

Dengan alat ukur tak baku= ..........................................................................................................................

PENGAMATAN DETEKTIF SAINS

Nah  sekarang masing-masing anak ibu tugaskan mencari kelompok sebanyak 4 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk melakukan pengukuran di rumah dengan berbagai alat ukur yang sederhana. Dan membuat video cara anak-anak mengukur kemudian di upload di Tugas Kelas Google Clasroom. 

CATATAN DETEKTIF SAINS


Hasil kegiatan mengukur benda, dapat dicatat  dan dilaporkan dengan ketentuan sebagai berikut 

Judul :

Nama alat ukur:

Besaran yang diukur :

Hasil Pengukuran: 


PERIVIKASI DATA DETEKTIF SAINS


Wah luar biasa hasil pengukuran dan pencatatan anak-anak. Kalian semua pantas dijuluki DETEKTIF SAINS
 

Nah setelah anak-anak melakukan kegiatan mengukur benda yang ditemui di sekitar rumah, saatnya belajar lebih lanjut dari berbagai sumber belajar tentang besaran, Satuan dan pengukuran.

Ibu akan ajak anak-anak menonton video dari sumber belajar portal RUMAH BELAJAR  




Sudah selesai menonton sampai habis ya videonya? begitu telitinya alat ukur yang diciptakan oleh manusia. Anak-anak diharapkan memiliki kemampuan pembacaan alat ukur dengan tepat. 

GENERALISASI DETEKTIF SAINS

Setelah serangkaian kegiatan penemuan yang luar biasa di atas. Anak-anak pastinya sekarang dapat membuat simpulan tentang : serangkaian kegitan pengukuran

Menyenangkan bukan belajar penemuan ala-ala detektif  dengan model pembelajaran Discovery-Inquiri Learning?

CATATAN 

Aktivitas anak-anak tersebut dilaporkan dalam buku tugas IPA dan difoto kemudian dikumpulkan ke dalam TUGAS google classroom.

Terimakasih anak-anak pembelajaran hari ini berakhir dengan slogan Rumah Belajar

Belajar dimana saja, kapan saja dengan siapa saja melalui portal rumah belajar pasti semangat


MERDEKA BELAJARNYA, RUMAH BELAJAR PORTALNYA, MAJU INDONESIA

Salam Dari SRB BALI 2020: Nyoman Sri Darmayanti